Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
Portal Media Online KYSA NEWS | Menghadirkan informasi terbaru dari berbagai bidang kehidupan masyarakat dengan penyajian berita yang objektif, berimbang, dan mudah dipahami, demi memberikan wawasan yang bermanfaat bagi publik.

KPK RI Hadir di Metro, Pencegahan Korupsi Didorong Jadi Sistem Peringatan Dini

ADMIN
Selasa, 29 September 2026
Last Updated 2026-09-29T16:28:19Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


KOTA METRO  | KYSA NEWS — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dijadwalkan hadir dalam Sosialisasi Antikorupsi di Kota Metro, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut akan berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro mulai pukul 09.00 WIB.


Sosialisasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tema yang diangkat yakni “Pencegahan Korupsi sebagai Early Warning System”, dengan subtema “Membangun Integritas dan Partisipasi Masyarakat demi Tata Kelola Pemerintahan Kota Metro yang Melayani.”


Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kunto Ariawan, S.E., dijadwalkan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Kehadiran KPK diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan korupsi.


Konsep early warning system atau sistem peringatan dini menjadi salah satu pesan utama yang ingin dibangun melalui forum tersebut. Pencegahan diarahkan agar berbagai potensi persoalan dapat dikenali sejak awal, termasuk konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, persoalan transparansi maupun penyimpangan prosedur.


Inisiator kegiatan, Hendra Apriyanes, mengatakan partisipasi pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi bagian penting dalam agenda antikorupsi tersebut.


“Kami berharap dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya dalam bentuk pernyataan, tetapi juga ditunjukkan melalui kehadiran dan partisipasi. Kehadiran maupun ketidakhadiran pihak yang telah diundang akan menjadi bagian dari evaluasi kegiatan,” ujar Anes.


Dia menegaskan, evaluasi terhadap kehadiran peserta bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk melihat sejauh mana para pemangku kepentingan mengambil bagian dalam upaya membangun budaya pencegahan korupsi.


“Kalau ada dinas atau OPD yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas, tentu akan kami evaluasi secara serius. Saya tidak ingin kegiatan yang menghadirkan KPK RI ini hanya berhenti sebagai seremoni,” tegasnya.


Selain unsur pemerintah dan DPRD, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peserta di antaranya berasal dari organisasi kemasyarakatan, LSM, organisasi pers dan wartawan, OKP, akademisi, perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, jasa konstruksi dan konsultan, organisasi profesi hingga masyarakat umum.


Materi kegiatan nantinya tidak hanya membahas integritas, tetapi juga partisipasi masyarakat, pengawasan sosial, penyampaian informasi serta kritik dan masukan yang disampaikan secara bertanggung jawab.


Pesan “Lihat, Lawan, Laporkan” turut menjadi bagian dari agenda. Masyarakat didorong untuk lebih peka terhadap potensi penyimpangan, mengambil sikap secara tepat, serta melaporkan dugaan korupsi melalui mekanisme yang tersedia.


Melalui sosialisasi tersebut, pencegahan korupsi diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman di ruang forum. Upaya tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam tata kelola pemerintahan untuk memperkuat integritas, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat di Kota Metro. (*)

iklan
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl