GNR Dorong Pengaktifan Dapodik Guru Non-ASN, Chahyadi: Jangan Terus Diperpanjang
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesKOTA METRO – Persoalan pengaktifan kembali guru non-ASN dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) memicu perdebatan dalam rapat paripurna DPRD Kota Metro, Senin, 28/9/2026.
Perbedaan pandangan mencuat setelah Fraksi Gerakan Nasdem Raya (GNR) meminta Wali Kota Metro memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengaktifkan kembali Dapodik guru non-ASN yang telah terdata sebelum 31 Desember 2024.
Anggota DPRD dari Fraksi GNR, Deswan, menyampaikan permintaan tersebut dalam rapat paripurna. Fraksi GNR merujuk Surat Dirjen GTK Nomor 3151-B-B1-GTK.01.01 Tahun 2026 tertanggal 28 Juli 2026, yang menurut mereka menegaskan bahwa pengaktifan kembali guru non-ASN dalam Dapodik merupakan kewenangan pemerintah daerah.
Fraksi GNR juga merujuk pendapat hukum pakar dab tenaga ahli DPRD tertanggal 24 September 2026. Mereka meminta persoalan tersebut diselesaikan paling lambat 14 hari kerja.
“Kami minta Wali Kota Metro memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengaktifkan kembali Dapodik para guru,” ucap Deswan.
Namun, Anggota Komisi II DPRD Kota Metro, A. Chahyadi Lamnunyai, menyatakan persoalan tersebut sebenarnya telah memiliki jalan keluar melalui mekanisme yang disiapkan Dinas Pendidikan.
“Permasalahan ini sebenarnya sudah selesai. Kebetulan saya dari Komisi II. Hasil monitoring terakhir dengan Dinas Pendidikan, mereka sudah menyiapkan untuk tenaga honorer yang tidak masuk Dapodik bisa masuk kembali ke Dapodik, melalui sekolah swasta,” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.
Menurut Yadi, mekanisme tersebut memberikan ruang bagi guru non-ASN untuk kembali tercatat dalam Dapodik. Namun, ia menegaskan bahwa masuk kembali ke Dapodik melalui sekolah swasta tidak berarti otomatis memperoleh penempatan atau pengangkatan sebagai guru di sekolah negeri.
“Kalau ingin berpihak kepada para guru honorer, negara, terutama Pemerintah Kota Metro, sudah memberikan ruang. Silakan Dinas Pendidikan memberikan ruang untuk bisa masuk kembali ke Dapodik, tetapi di sekolah swasta,” ujarnya.
Ia kemudian meminta agar polemik tersebut tidak terus diperpanjang. Menurut dia, pemerintah daerah perlu diberi kesempatan untuk menjelaskan mekanisme yang telah disiapkan Dinas Pendidikan.
“Kalau sudah diberikan ruang untuk menjawab, saya kira cukup,” tandasnya.
Di akhir interupsinya, Yadi menyebut sikap Fraksi GNR terlalu egois dalam menyikapi persoalan pengaktifan kembali Dapodik guru non-ASN tersebut. (*)
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...