GEBRAK INDONESIA Sambangi Disperindag Metro, Dalami Tata Kelola Shopping Center dan Perlindungan Pedagang
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
KOTA METRO | KYSA NEWS – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GEBRAK INDONESIA mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro untuk menggali informasi terkait polemik pengelolaan Shopping Center Kota Metro. Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek, mulai dari tata kelola kawasan, kondisi bangunan, hingga kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan kepentingan para pedagang.
Ketua Umum LSM GEBRAK INDONESIA, Ketut Israeli, S.H., mengatakan kunjungan itu dilakukan untuk memperoleh informasi langsung dari instansi terkait. Langkah tersebut, menurut dia, diperlukan agar persoalan Shopping Center dapat dipahami berdasarkan fakta dan data yang tersedia.
Ketut menegaskan, pembahasan mengenai Shopping Center perlu mempertimbangkan berbagai kepentingan, termasuk rencana pembangunan, transparansi pengelolaan, kepastian hukum, dan keberlangsungan usaha para pedagang.
"Kami tidak ingin persoalan ini hanya dilihat dari satu sudut pandang. Karena itu, kami turun langsung untuk menyerap informasi, melakukan observasi, dan meminta penjelasan. Kepentingan pembangunan dan investasi harus tetap berjalan seiring dengan transparansi pengelolaan, kepastian hukum, serta perlindungan hak-hak pedagang," ujar Ketut.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Metro, Ardah, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai masukan dari organisasi masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membahas persoalan sektor perdagangan.
Ardah menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis terkait kondisi bangunan Shopping Center. Hasil kajian tersebut diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya, terutama berkaitan dengan kelayakan bangunan dan aspek keselamatan masyarakat.
"Sejauh ini kami masih menunggu hasil kajian terkait bangunan tersebut. Untuk langkah ke depan, apakah akan dilakukan pemugaran atau pembangunan lanjutan, keputusannya ada di tangan pimpinan," kata Ardah.
Ia juga menyampaikan bahwa dialog dengan berbagai elemen masyarakat penting untuk menampung pandangan dan masukan sebelum kebijakan lebih lanjut ditentukan.
"Kami berterima kasih atas masukan tersebut. Ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat sangat penting agar kita dapat saling memberikan masukan dan bersama-sama membangun Kota Metro," ujarnya.
GEBRAK INDONESIA berharap polemik Shopping Center dapat diselesaikan melalui mekanisme yang transparan, komunikasi terbuka, dan kepastian hukum. Lembaga tersebut menilai berbagai aspek perlu menjadi perhatian dalam proses pengambilan keputusan, termasuk pengelolaan aset daerah, keselamatan masyarakat, rencana pembangunan, serta kepentingan pedagang.
Di sisi lain, hasil kajian teknis dan penjelasan dari pihak berwenang menjadi hal penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi bangunan dan arah kebijakan pemerintah daerah terhadap Shopping Center Kota Metro.
Dengan adanya keterbukaan informasi dan dialog antarpihak, penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara proporsional. (MNP)
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...
