Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
Portal Media Online KYSA NEWS | Menghadirkan informasi terbaru dari berbagai bidang kehidupan masyarakat dengan penyajian berita yang objektif, berimbang, dan mudah dipahami, demi memberikan wawasan yang bermanfaat bagi publik.

Dugaan Penganiayaan hingga Tewasnya Dua Narapidana di Rutan Kelas IIB Muaradua Guncang Publik OKU Selatan

KysaNews
Selasa, 20 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-20T07:54:58Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

MUARADUA — Dugaan kekerasan yang mengakibatkan kematian dua orang narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, memicu keprihatinan mendalam dan pertanyaan besar di tengah masyarakat.


​Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, Rutan Kelas IIB Muaradua menjadi pusat sorotan publik, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, hingga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.


​Sorotan publik kian tajam lantaran para tahanan yang dilimpahkan oleh Polres OKU Selatan sebelumnya dinyatakan dalam kondisi sehat walafiat. Namun, belakangan timbul kejanggalan atas meninggalnya dua warga binaan dalam kurun waktu berdekatan.


​Dua Kasus Kematian yang Dinilai Janggal

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut identitas dua narapidana yang meninggal dunia:

​Ario Wibowo (Warga Desa Simpang Pedagang)

Kematian Ario dinilai janggal oleh pihak keluarga karena tidak melibatkan kepolisian sejak awal, tanpa proses visum, serta tidak ada penjelasan resmi terkait penyebab pasti kematiannya. Penyerahan jenazah hanya dilakukan di rumah sakit tanpa pendampingan kepolisian.


​Adi Waswaran (Warga Desa Damar Puro)


Kematian Adi kemudian melibatkan pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan/autopsi fisik awal yang dilihat pihak keluarga, ditemukan luka robek pada bibir serta luka lebam di bagian muka dan tubuh korban.

​

​Atas kematian Adi, Kapolres OKU Selatan melalui Kanit Pidum, Hendri, menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke Palembang untuk menjalani proses otopsi/visum dengan didampingi pihak keluarga dan Rutan.


​Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp mengenai meninggalnya dua warga binaan dalam waktu berdekatan, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Muaradua, Hero, enggan memberikan penjelasan rinci via pesan dan hanya menjawab singkat:


​"Ke kantor saja."


​Namun, dalam keterangan terpisah, Karutan menjelaskan kronologi kejadian versi pihak Rutan:


​Terkait Ario Wibowo:


​"Beberapa hari sebelum meninggal, Ario terlihat pucat. Kami memanggil tim medis untuk memeriksa kesehatannya dan melakukan cek dahak karena dikhawatirkan terinfeksi penyakit menular. Tiba-tiba keesokan harinya dia meninggal dunia," ujar Karutan.


​Terkait Adi Waswaran:


​"Saya kaget mendapat kabar ada narapidana yang meninggal. Setelah dicek ke kamar tahanan, memang benar saudara Adi terbaring. Untuk memastikan apakah meninggal atau sakit, kami panggil pihak medis dan dinyatakan meninggal. Setelah itu saya berkoordinasi dengan kepolisian untuk olah TKP dan pengembangan. Pihak kepolisian sudah memeriksa seluruh tahanan di kamar tersebut dan membawa jenazah ke Palembang untuk diotopsi," jelasnya.


​Kecaman dari Insan Pers dan Pakar Hukum

​Kematian dua narapidana tersebut memicu gelombang desakan dari berbagai pihak:

​Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) OKU Selatan


Ketua Aliansi Gabungan Wartawan Online IWO-I OKU Selatan mengecam keras peristiwa yang terjadi di dalam Rutan Kelas IIB Muaradua. Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dan membuka kasus ini secara terang-benderang ke publik.

​

Pakar hukum Andrian Macan mengecam keras dugaan praktik kekerasan yang berulang di dalam Rutan. Ia menyatakan bakal mengirimkan surat resmi secara langsung ke Kemenkumham RI untuk meminta tindakan tegas, termasuk menonaktifkan Kepala Rutan Kelas IIB Muaradua selama proses pemeriksaan berlangsung.

​

​Keluarga para tahanan mengaku sangat cemas akan keselamatan anggota keluarga mereka yang saat ini masih menjalani masa hukuman di Rutan Muaradua. Fungsi Rutan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan akhlak dan perilaku warga binaan dikhawatirkan justru menjadi tempat pembinaan yang dipenuhi intimidasi dan kekerasan.


​Pihak keluarga serta masyarakat OKU Selatan berharap lembaga independen seperti Komnas HAM dan Kemenkumham RI segera menerjunkan Tim Khusus (Timsus) untuk melakukan investigasi menyeluruh di Rutan Kelas IIB Muaradua demi menegakkan keadilan dan kepastian hukum. (Agus)

iklan
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl