Usai Disorot PETIR Metro, Pohon Melintang di Way Batanghari Dievakuasi
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesMETRO — Penanganan pohon tumbang yang melintang di aliran Way Batanghari, Jalan Pala VI, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, akhirnya dilakukan setelah persoalan tersebut ramai diberitakan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pasukan Elit Inti Rakyat (PETIR) Kota Metro, Bayu Hendrix Fulama, S.H., sebelumnya menyoroti lambannya penanganan pohon tumbang tersebut. Ia juga menyayangkan adanya perbedaan informasi mengenai kewenangan penanganan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro.
Bayu mengatakan, penanganan pohon tumbang dilakukan setelah dirinya menyampaikan persoalan tersebut melalui pemberitaan media.
"Akhirnya penanganan ini dilakukan karena adanya pemberitaan yang memuat statemen dari saya sebagai Ketua PETIR Kota Metro," kata Bayu.
Sebelumnya, Bayu menilai pohon yang melintang di aliran sungai tersebut berpotensi menghambat aliran air dan dapat meningkatkan risiko banjir, terutama saat musim penghujan.
Ia menjelaskan, saat pertama kali melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD, dirinya mendapat informasi bahwa penanganan pohon tumbang bukan menjadi kewenangan BPBD, melainkan DLH.
Bayu kemudian berkoordinasi dengan DLH dan kembali menghubungi BPBD. Petugas BPBD sempat turun ke lokasi, tetapi menurutnya penanganan belum dilakukan secara tuntas.
"Saya menunggu sampai keesokan harinya, tetapi tidak ada petugas yang datang lagi. Saat saya menghubungi Plt. Kepala BPBD, saya kembali diarahkan ke BBWS dan DLH. Jadi, jelas terjadi saling lempar kewenangan yang seharusnya dapat dkomunikasikan ke BBWS oleh OPD terkait. ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Bayu meminta Wali Kota Metro melakukan evaluasi penataan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terutama pimpinan dinas yang harus memang benar-benar profesional untuk membantu kerja kerja walikota Metro .
"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pak Wali Kota. Evaluasi saja OPD-OPD terkait tidak siap tanggap dan memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka. Kalau tidak diberitakan atau tidak ramai, mungkin sampai saat ini tidak ada inisiatif, apalagi tindakan penanganan dari mereka. Apa harus ada bencana dulu baru mereka turun? Atau harus menunggu ada korban jiwa dulu baru mereka turun?" kata Bayu.
Ia berharap Wali Kota Metro segera mengevaluasi OPD terkait agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat lemahnya koordinasi antarinstansi.
"Harapan saya, segera dievaluasi OPD-OPD terkait, Pak Wali. Terima kasih. Salam akal sehat," pungkasnya.
Bayu juga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Metro. Menurutnya, koordinasi antarinstansi perlu diperkuat, terutama dalam menangani persoalan lingkungan dan kebencanaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. (Bayu)
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...

