Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Portal Media Online KYSA NEWS | Menghadirkan informasi terbaru dari berbagai bidang kehidupan masyarakat dengan penyajian berita yang objektif, berimbang, dan mudah dipahami, demi memberikan wawasan yang bermanfaat bagi publik.

Terbakarnya Batu Bara di Tongkang, Merusak ekosistem laut di Selat Lembeh Bitung Akibat Penyiraman

KysaNews
Sabtu, 05 September 2026
Last Updated 2026-09-05T15:15:02Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

BITUNG – Insiden pencemaran laut terjadi di perairan Selat Lembeh, Kota Bitung, setelah batu bara yang berada di atas tongkang  terbakar dengan masuknya limbah batu bara ke laut menyebabkan pencemaran parah pada udara, air, serta kerusakan fatal bagi ekosistem laut.  sabtu 05/09/26


Dengan mengakibatkan limbah batu bara terutama berupa abu terbang (fly ash) dan abu padat (bottom ash atau FABA) menyimpan bahaya besar bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan perairan ekosistem  laut jika tidak sesuai prosedur


Dengan  upaya pemadaman dengan penyiraman air justru memicu limbah dengan air sisa pembakaran langsung terbuang ke laut.


Peristiwa tersebut terjadi pada hari kamis Pantauan di lokasi menunjukkan asap masih mengepul dari tumpukan batu bara di atas tongkang. Beberapa kapal  terlihat melakukan penyiraman untuk memadamkan bara api.


“Yang bahaya itu air bekas siramannya. Hitam semua, langsung turun ke laut. Ikan-ikan di sekitar sini bisa jadi mati,” ujar, Warga


Pencemaran ini dikhawatirkan berdampak pada ekosistem laut Selat Lembeh yang merupakan salah satu kawasan wisata bahari dan habitat terumbu karang. Limbah batu bara mengandung logam berat dan zat kimia yang berbahaya bagi biota laut.


Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap kegiatan yang menyebabkan pencemaran lingkungan dapat dikenai sanksi pidana dan denda. Sementara itu, PP No. 21 Tahun 2021 juga mengatur ketat tentang penanganan limbah B3.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KSOP Bitung terkait penyebab kebakaran serta langkah penanganan pencemaran.


Dan juga awak media minta keterangan  sama kapten kapal tugboat,  tersebut dengan mangambil data, disertai menanyakan pemilik batu bara, bahwa batu bara ini milik perusahan MNS yang berada di madidir, kec. Madidir. Dengan di sertai  keterangan dalam percakapan  sudah ada bagian  penyidik gakkum Polairud dalam tahap penyelidikan.


Pewarta: Armi R

iklan
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl