Antrean Pertalite dan Solar di SPBU 24.341.80 Dikeluhkan Warga, Pengisian BBM Diduga Gunakan Barcode Berbeda
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesBerdasarkan pantauan di lokasi, antrean Pertalite terlihat mengular di pinggir jalan. Sejumlah warga mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM, terutama pengendara sepeda motor yang jumlahnya cukup banyak.
Namun, dari hasil pemantauan selama beberapa waktu, terdapat kendaraan yang diduga dapat melakukan pengisian BBM lebih dari satu kali dalam waktu relatif singkat. Bahkan, dalam pantauan tersebut, sejumlah kendaraan disebut dapat keluar-masuk dan kembali melakukan pengisian hingga lebih dari dua kali dalam waktu kurang dari satu jam.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya terkait mekanisme penggunaan barcode dalam pembelian BBM bersubsidi.
Selain antrean Pertalite, antrean kendaraan yang hendak mendapatkan BBM jenis Solar juga terpantau cukup panjang. Bahkan, antrean kendaraan disebut mencapai kawasan sekitar Rumah Sakit Sukadana.
Dalam pemantauan yang dilakukan selama empat hari, awak media juga menemukan adanya dugaan pengisian BBM jenis Solar oleh kendaraan tertentu dengan barcode yang berbeda.
Awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada salah satu pengemudi kendaraan yang terpantau melakukan pengisian tersebut. Dari hasil konfirmasi, masih diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah penggunaan barcode tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, terdapat dugaan adanya kendaraan yang menggunakan nomor polisi berbeda antara bagian depan dan belakang kendaraan. Temuan tersebut juga perlu diverifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Persoalan ini sebelumnya telah dikonfirmasi kepada pengawas SPBU 24.341.80. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya tindakan atau penjelasan lebih lanjut terkait temuan tersebut.
Sejumlah warga berharap pihak berwenang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut. Masyarakat juga meminta agar rekaman kamera pengawas atau CCTV dapat diperiksa untuk mengetahui secara jelas aktivitas pengisian BBM selama periode yang dipersoalkan.
Jika nantinya hasil pemeriksaan pihak berwenang membuktikan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM bersubsidi, masyarakat berharap SPBU maupun pihak yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat juga meminta BPH Migas bersama instansi terkait di Provinsi Lampung untuk turun langsung melakukan pengecekan dan memastikan apakah proses penyaluran BBM bersubsidi di SPBU 24.341.80 telah berjalan sesuai ketentuan.
Sebagai catatan, seluruh temuan dalam laporan ini masih berupa hasil pantauan dan informasi awal. Kysanews.com tidak menyimpulkan telah terjadi pelanggaran sebelum adanya hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola SPBU 24.341.80, pengawas SPBU, pihak Pertamina, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Sumarlin)
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...

