Konflik Lahan Eks PT DMP Berujung Pengeroyokan, Aktivis Minta Penegak Hukum Bertindak Adil
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesMenurut keterangan keluarga kepada Amri, peristiwa bermula ketika Allazi berada di kawasan lahan eks PT DMP. Setibanya di lokasi, Allazi disebut dihadang oleh sejumlah security yang kemudian terjadi dugaan pengeroyokan.
Keluarga menyebut Allazi kemudian ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dibawa pulang. Karena kondisinya mengkhawatirkan, keluarga kemudian membawa Allazi ke RS Hamba untuk mendapatkan penanganan medis.
Atas kejadian tersebut, keluarga kemudian memilih membuat laporan ke Polres Batang Hari karena merasa persoalan yang dialami Allazi perlu mendapatkan penanganan hukum.
Amri, S.Pd., menilai dugaan pengeroyokan tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa, terlebih lokasi kejadian berada di kawasan yang menurutnya memiliki persoalan status dan penguasaan lahan.
“Kalau melihat status lahan PT eks DMP, menurut informasi dan dokumen yang kami pahami statusnya sudah inkrah. Kalau masih ada aktivitas di sana, tentu menjadi catatan kami. Apalagi sampai terjadi kejadian yang berujung pada dugaan pemukulan terhadap masyarakat,” ujar Amri, S.Pd.
Menurut Amri, persoalan aktivitas di kawasan eks DMP perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kalau persoalan PT eks DMP ini tidak cepat ditindaklanjuti dan tidak ada kejelasan, kami khawatir akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar. Jangan sampai konflik lahan kemudian berkembang menjadi konflik antara masyarakat dengan pihak-pihak yang melakukan aktivitas di lapangan,” tegasnya.
Amri juga meminta aparat penegak hukum tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi. Dugaan pengeroyokan terhadap Allazi, menurutnya, harus diproses berdasarkan keterangan korban, keluarga, saksi, maupun pihak security yang berada di lokasi.
“Yang paling penting sekarang adalah dugaan pengeroyokannya harus terang. Siapa yang melakukan, apa penyebabnya, bagaimana kronologinya, dan apakah tindakan yang dilakukan sesuai aturan.kalau memang ternyata ada pencurian, mengapa harus main hakim sendiri.
Bukan kah negara kita negara hukum.Apalagi pelaku nya security PT. EKS. DMP. sendiri.
Semua harus diperiksa berdasarkan fakta,” katanya.
Sementara itu, terkait klaim mengenai status lahan eks DMP dan aktivitas di lokasi, Amri meminta pihak berwenang memberikan penjelasan berdasarkan putusan atau dokumen hukum yang berlaku, sehingga tidak muncul tafsir berbeda di lapangan.
Kysanews.com akan terus melakukan konfirmasi kepada, Polsek Mersam, pihak security eks DMP, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh informasi yang berimbang mengenai kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...

