Air Sungai Menghitam dan Berbau di Sukomoro, DLH Banyuasin Tunggu Hasil Uji Lab Limbah
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesMenanggapi keluhan masyarakat mengenai air sungai yang berubah warna menjadi hitam, berbau menyengat, serta menimbulkan rasa gatal. DLH Banyuasin bergerak cepat turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi teknis dan pengujian sampel air.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Banyuasin, Abas Kurib, menjelaskan bahwa timnya telah menyisir beberapa titik strategis guna mengambil sampel pengujian, mulai dari sumur warga, saluran drainase pemukiman, hingga outlet pembuangan limbah perusahaan.Keselamatan Umum
”Semua sampel sudah kami ambil, baik dari sumur masyarakat, saluran air, maupun outlet perusahaan. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar sekitar 14 hari. Hasil itulah yang akan menjadi dasar ilmiah untuk menentukan ada atau tidaknya pencemaran,” tegas Abas Kurib di Talang Kelapa, Rabu (9/8/2026).
Abas menambahkan, secara kasat mata pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber utama pencemaran. Sebab, saluran yang dikeluhkan warga juga menampung buangan limbah domestik dari rumah tangga. Pada musim kemarau, penguraian bakteri anaerob terhadap sisa bahan organik rumah tangga juga dapat memicu air menjadi hitam dan berbau.Danau & Sungai
Namun demikian, Abas menegaskan jika hasil uji lab menunjukkan parameter limbah melampaui baku mutu lingkungan, sanksi tegas mengintai perusahaan.
”Sesuai regulasi terbaru, jika ada parameter yang melebihi baku mutu, perusahaan dapat dikenakan sanksi berupa denda administratif yang dihitung berdasarkan parameter pelanggaran. Dana tersebut nantinya masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian dialokasikan kembali untuk pengelolaan lingkungan daerah,” terangnya.
Rekam Jejak Kasus Lima Tahun LaluBerita
Persoalan limbah yang mengarah ke PT Tirta Freshindo Jaya ternyata bukan hal baru. Abas membeberkan bahwa lebih dari lima tahun lalu, kejadian serupa pernah memicu keluhan warga saat musim kemarau panjang.
Kala itu, hasil uji lab limbah perusahaan secara teknis masih di bawah baku mutu yang diizinkan. Namun, DLH menemukan adanya efek akumulatif endapan bahan organik di dasar saluran selama bertahun-tahun. Saat kemarau, penurunan muka air sumur warga memicu perembesan dari dasar saluran. Pihak perusahaan saat itu kooperatif dan menyalurkan tiga unit sumur bor sebagai bentuk tanggung jawab sosial.Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik
Dalam inspeksi terbaru ini, pihak manajemen PT Tirta Freshindo Jaya kembali bersikap terbuka dan kooperatif memberikan akses penuh bagi tim DLH dalam proses pengambilan sampel. Namun, ketertutupan masih dirasakan oleh pihak media. Sampai berita ini ditayangkan, pihak perusahaan belum berhasil dimintai keterangan. Meskipun sudah berusaha masuk berbarengan dengan pihak DLH Banyuasin untuk menemui pihak perusahaan.
Di sisi lain, warga Serong Dalam RT 21 RW 5 Kelurahan Sukomoro, Musakip, mendesak adanya kepastian hukum. Musakip menyebut bantuan sumur bor yang pernah disalurkan perusahaan sebelumnya belum menyentuh kawasan yang paling terdampak, sehingga persoalan air sungai menghitam dan bikin gatal tetap membayangi keseharian warga.Ekologi & Lingkungan. (Agus)
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...

