Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Portal Media Online KYSA NEWS | Menghadirkan informasi terbaru dari berbagai bidang kehidupan masyarakat dengan penyajian berita yang objektif, berimbang, dan mudah dipahami, demi memberikan wawasan yang bermanfaat bagi publik.

Warga Ngambur Desak Pemkab Pesisir Barat Bangun Jembatan Permanen dan Perbaiki Akses Jalan Empat Pekon

KysaNews
Rabu, 17 Juni 2026
Last Updated 2026-06-17T12:01:28Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

PESISIR BARAT, KYSANEWS.COM – Puluhan tahun menanti infrastruktur yang layak, masyarakat Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, kembali mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen dan perbaikan jalan penghubung yang menjadi akses vital bagi sedikitnya empat pekon di wilayah tersebut.


​Jembatan gantung sepanjang 50 meter dan ruas jalan sepanjang tiga kilometer yang berlokasi di Pekon Pekonmon, tepatnya mulai dari Jalan Lintas Barat (depan SMKN Ngambur), kini kondisinya kian memprihatinkan. Minimnya perhatian terhadap infrastruktur ini dinilai menghambat mobilitas ekonomi, akses pendidikan, serta pelayanan sosial bagi warga setempat.


​Tokoh masyarakat Pekon Pekonmon, Ali, mengungkapkan bahwa permohonan pembangunan telah berulang kali diajukan melalui berbagai jalur birokrasi, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil nyata.


​"Sejak masa Kabupaten Lampung Barat, jembatan dan jalan ini belum pernah tersentuh pembangunan permanen. Kami hanya pernah mendapat penimbunan batu pecah. Setelah Pesisir Barat menjadi daerah otonom, masyarakat masih menanti realisasi pembangunan yang memadai," ujar Ali, Rabu (17/6/2026).


​Akibat ketiadaan akses yang layak, warga terpaksa melakukan perbaikan swadaya secara berkala, termasuk memasang papan kayu pada jembatan gantung agar tetap bisa dilintasi. Kondisi ini diperparah saat musim hujan, di mana akses jalan berubah menjadi medan yang sulit dilalui dan membahayakan keselamatan pengguna.



​Dampak Sektor Pertanian dan Pendidikan

Ali menambahkan, ketiadaan jembatan permanen berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian. Petani kesulitan mendistribusikan hasil panen menggunakan kendaraan roda empat, serta terhambat dalam mengoperasikan alat mesin pertanian (alsintan) modern seperti combine harvester.

Hal senada disampaikan Tarmizi, warga Pekon Sukangara. Ia menuturkan bahwa masyarakat kerap merasa waswas saat melintasi jembatan tersebut. "Kondisinya sudah tidak layak. Bahkan, pernah terjadi kecelakaan pengendara motor yang mengangkut padi terjatuh akibat kerusakan lantai jembatan," ungkapnya.


​Jalur ini diketahui merupakan urat nadi bagi pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMK, petani, serta pedagang yang beraktivitas setiap hari.


​Harapan untuk Pemerintah


​Masyarakat Kecamatan Ngambur berharap Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat segera meninjau langsung ke lokasi. Pembangunan infrastruktur permanen tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan transportasi, melainkan investasi bagi keselamatan warga, pemerataan ekonomi desa, dan kelancaran akses pendidikan.


​Warga berharap aspirasi yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun ini dapat segera masuk dalam program prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat guna memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat di Kecamatan Ngambur.


​(Reporter: M. Sahiri)

iklan
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl