Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Portal Media Online KYSA NEWS | Menghadirkan informasi terbaru dari berbagai bidang kehidupan masyarakat dengan penyajian berita yang objektif, berimbang, dan mudah dipahami, demi memberikan wawasan yang bermanfaat bagi publik.

Pelayanan Kesehatan Sejati Selalu Melibatkan Hati: Kisah Aldwi Adnan yang Menguatkan Banyak Orang

KysaNews
Minggu, 14 Juni 2026
Last Updated 2026-06-14T12:29:29Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Bantaeng – Di balik kesibukan ruang perawatan RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar makkatutu Bantaeng, tersimpan sebuah kisah yang tidak hanya menyentuh, tetapi juga menggugah nurani kemanusiaan. Kisah seorang anak bernama Aldwi Adnan, yang baru saja menjalani operasi dengan hasil yang berjalan sukses, menjadi pengingat bahwa di balik setiap pasien selalu ada cerita hidup yang begitu dalam.


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar makkatutu Bantaeng, dr. Yusril Lisangan, M.H., Sp.OG., M.Kes., yang berkesempatan langsung mengunjungi Aldwi pasca tindakan operasi, mengungkapkan rasa haru yang mendalam saat melihat kondisi pasien tersebut mulai membaik.


Menurut dr. Yusril, Aldwi bukan sekadar pasien biasa. Ia adalah seorang anak kecil yang telah melewati perjalanan hidup penuh ujian sejak usia dini. Bersama adik perempuannya, Aldwi tumbuh dalam pengasuhan sang nenek setelah kehilangan kedua orang tuanya. Di usia yang seharusnya dipenuhi keceriaan, ia justru harus belajar tentang kehilangan, ketabahan, dan perjuangan hidup.


“Ketika saya melihat langsung kondisi Aldwi, saya tidak hanya melihat seorang pasien yang sedang pulih setelah operasi. Saya melihat seorang anak yang luar biasa kuat. Ia sudah melewati begitu banyak hal yang bahkan tidak seharusnya ditanggung oleh seorang anak seusianya,” ujar dr. Yusril dengan nada haru.


Ia juga menuturkan bahwa sang nenek memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan hidup Aldwi. Dengan segala keterbatasan, sang nenek menjadi sosok yang menggantikan peran orang tua, merawat, menjaga, dan memastikan kedua cucunya tetap memiliki harapan untuk hidup lebih baik.


“Perjuangan sang nenek juga tidak kalah luar biasa. Beliau adalah gambaran nyata cinta tanpa syarat. Di tengah keterbatasan, beliau tetap berdiri tegak demi cucu-cucunya,” tambahnya.


dr. Yusril menegaskan bahwa pengalaman tersebut kembali mengingatkan seluruh tenaga kesehatan bahwa pelayanan medis tidak boleh hanya berfokus pada aspek klinis semata, tetapi juga harus menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang tulus.


“Pelayanan kesehatan sejati selalu melibatkan hati. Kita tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga merawat harapan, memberikan kekuatan, dan memastikan pasien serta keluarganya tidak merasa berjuang sendirian,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan bahwa momen seperti ini menjadi pengingat bagi dirinya dan seluruh jajaran rumah sakit bahwa setiap ruang perawatan menyimpan cerita kehidupan yang tidak terlihat oleh banyak orang.


“Di balik setiap tempat tidur pasien, ada doa yang tak berhenti dipanjatkan. Ada keluarga yang menunggu dengan cemas, ada harapan yang terus digantungkan. Itu sebabnya kita tidak boleh hanya bekerja dengan ilmu, tetapi juga dengan empati,” ungkap dr. Yusril.


Bagi dr. Yusril, Aldwi Adnan kini bukan hanya pasien yang sedang dalam masa pemulihan, tetapi juga simbol kekuatan, ketabahan, dan harapan yang tidak boleh padam meski hidup penuh dengan ujian berat.


“Semangat Aldwi adalah pelajaran bagi kita semua. Bahwa di usia yang sangat muda, ia telah menunjukkan arti kesabaran dan keteguhan yang luar biasa,” ujarnya.


Di akhir kunjungannya, dr. Yusril berharap Aldwi dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali menjalani hari-harinya dengan penuh kebahagiaan bersama adiknya dan sang nenek.


“Semoga Aldwi segera sembuh total, tumbuh menjadi anak yang kuat, dan kelak bisa meraih masa depan yang lebih baik. Kisahnya akan selalu menjadi pengingat bagi kami bahwa kesehatan bukan hanya tentang obat, tetapi tentang hati,” 


Lekas pulih, anak hebat! Masa depanmu masih membentang luas, dan kamu tidak berjalan sendirian. tutup, dr. Yusril tutupnya. (Aan Adrian)

iklan
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl