Peninjauan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan kesiapan proyek strategis daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas jalan guna menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan, perbaikan ruas jalan difokuskan untuk memperlancar akses warga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Perbaikan jalan ini kami harapkan bisa memperlancar akses masyarakat dan mendukung kegiatan ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah kota akan mengawal seluruh tahapan proyek agar berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami akan memastikan pengerjaan berjalan tepat waktu dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam mendukung visi pembangunan daerah.
“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” kata dia.
Ia merinci, sejumlah ruas jalan telah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2026 dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan. Salah satu prioritas adalah Jalan Metro–Wates yang akan ditangani sepanjang 1,3 kilometer dengan anggaran Rp15 miliar.
“Peningkatan ruas ini akan berdampak langsung pada konektivitas antarwilayah serta efisiensi waktu tempuh masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, proyek peningkatan Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara disiapkan dengan anggaran Rp10,4 miliar. Ruas ini dinilai vital karena menjadi jalur utama aktivitas warga.
“Perbaikan jalan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor perdagangan dan jasa,” ujarnya.
Proses penandatanganan kontrak proyek Jalan Pattimura dijadwalkan berlangsung pada 30 April hingga 14 Mei 2026, yang sekaligus menjadi estimasi awal dimulainya pekerjaan fisik.
Untuk ruas Jalan Soekarno-Hatta, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar dengan jadwal pelaksanaan pada periode yang sama. Peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu mengurangi hambatan lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Di sisi lain, untuk penanganan Jalan Budi Utomo, pihak PUTR telah melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) perwakilan provinsi. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait rencana pembangunan dalam waktu dekat.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kota, percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Metro diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperkuat aktivitas ekonomi, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (Rizky)
