Penantian 30 Tahun Warga Rawa Pitu Berakhir, Infrastruktur Mulai Dibenahi
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesKunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan jawaban atas jeritan hati petani yang selama puluhan tahun bergelut dengan infrastruktur yang lumpuh. Rawa Pitu, sang raksasa penghasil padi, sawit, dan karet, kini diprioritaskan untuk merdeka dari belenggu jalan rusak yang selama ini mengancam harga komoditas rakyat.
“Ini ruas sangat luar biasa. Rawa Pitu ini penghasil komoditas utama, terutama padi. Kita ingin segera diperbaiki jalannya tahun ini supaya harga komoditas tidak nyungsep dan masyarakat bisa makmur,” ujar Gubernur Mirza dengan nada optimis.
“Ini sudah 30 tahun lebih mereka tinggal di sini, tidak pernah melihat jalan bagus. Setiap tahun hanya rusak dan rusak,” tambahnya.
*Eksekusi Nyata: Beton untuk Kesejahteraan*
Pemerintah Provinsi Lampung tidak main-main. Anggaran fantastis senilai lebih dari Rp130 miliar dikucurkan untuk memastikan jalan ini tidak lagi menjadi jebakan bagi kendaraan pengangkut hasil bumi. Skema percepatan pun dilakukan, tender yang semula dijadwalkan bulan Mei, ditarik maju ke bulan Maret agar alat berat bisa segera menderu di lokasi pada awal April. Target besar dicanangkan: konektivitas total sepanjang 40 kilometer lebih akan tuntas sepenuhnya pada 2028.
“Tahun ini ada yang langsung kita rigid beton. Area yang belum terjangkau beton tahun ini, akan kita tutup dengan base agar tidak ada lagi mobil yang jeblos,” tegas Gubernur.
*Harapan yang Kembali Bersemi*
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti warga saat melihat pemimpin mereka hadir di tengah kepulan debu Rawa Pitu. Subari, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa kehadiran Gubernur adalah sebuah kebanggaan yang menyerap aspirasi mereka hingga ke akar rumput.
Senada dengan itu, Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., menyebut langkah ini sebagai “eksekusi yang luar biasa”. Bagi 3.000 penduduk desa dan ribuan warga lainnya di Kecamatan Rawa Pitu hingga Penawar Aji, beton yang akan tertanam bukan sekadar material konstruksi, melainkan urat nadi kehidupan yang akan membawa hasil panen mereka menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan percepatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan bahwa tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dalam pembangunan, terutama mereka yang menjadi tulang punggung pangan daerah. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...

