"Terkait Program Makan Bergizi Gratis kepala tiyuh atau kepala desa agar dapat memaksimalkan peran BUMDes, agar dapat menyuplai bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sehingga perputaran ekonomi tetap berada di desa," ujar Gubernur berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan dengan penyediaan pasokan bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis tersebut, maka BUMDes akan berperan mendorong ekonomi di desa makin berkembang.
"Uangnya jangan sampai keluar dari tiyuh atau desa. Maksimalkan BUMDes agar menjadi pemasok dapur SPPG, sehingga bermanfaat juga bagi desa dan masyarakatnya jadi sejahtera," ucapnya.
Ia juga mendorong agar di setiap desa dapat mengoptimalkan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), guna meningkatkan pendapatan desa, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung peningkatan nilai tambah komoditas desa melalui berbagai program salah satunya dengan memberikan bantuan sarana seperti mesin pengering bagi komoditi, pembuatan pupuk organik cair di desa-desa, hingga menghadirkan adanya teknologi pengolahan yang berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas hingga 15–20 persen di desa," katanya.
Menurut dia, di tengah keterbatasan fiskal, agar tidak selalu bergantung pada APBD, pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan kewenangan serta potensi lokal secara kreatif dan inovatif.
"Oleh karena itu penyusunan RKPD harus selaras dengan Astacita Presiden. Khususnya untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program Cek Kesehatan Gratis sebagai prioritas nasional yang harus mendapat dukungan optimal di tingkat desa," tambahnya. (Rizky)
.webp)