Terminal Rawa Sari di Era Kepemimpinan Syarif Fasha: Proyek Rp 15 Miliar yang Menuai Kontroversi
Premium By Raushan Design With Shroff TemplatesBerdasarkan data yang berhasil dihimpun tim media, proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Jambi memiliki anggaran total sebesar Rp 14.999.900.000,00. Namun, keberhasilan proyek ini diragukan setelah munculnya sejumlah masalah teknis yang mengundang perhatian.
Salah satu yang mencolok adalah penggunaan material kaca pada pintu lantai 1 yang tercatat dengan merek Tamindo Tempered, dengan spesifikasi SNI: 15 – 0131 – 2006 LsPr – 004 -1DN. Namun, kaca dengan merek serupa tidak ditemukan di lantai dua. Hal ini menjadi janggal, mengingat anggaran untuk pekerjaan pintu, jendela, dan ventilasi lantai 1 tercatat mencapai Rp 1.303.255.902,50, sementara anggaran untuk pekerjaan serupa di lantai dua hanya Rp 363.008.135,00.
Masalah lainnya terletak pada kualitas bangunan itu sendiri. Di bagian belakang gedung, ditemukan retakan memanjang dan rembesan air yang cukup signifikan. Para pedagang di sekitar terminal bahkan melaporkan bahwa setiap kali hujan turun, air selalu merembes ke dalam gedung. Ini menambah daftar panjang masalah yang hingga kini belum mendapat penjelasan memadai.
Meski tim media telah berupaya mengonfirmasi masalah ini kepada pihak terkait di DPUPR Kota Jambi, respons yang diberikan sangat minim. Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana, sulit dihubungi dan tidak memberikan penjelasan. Sebelumnya, ketika mencoba mengonfirmasi masalah tersebut, Zamzami, Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan DPUPR Kota Jambi, hanya membantah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tanpa memberikan penjelasan yang meyakinkan. Bahkan, ia menolak untuk diwawancarai atau direkam oleh wartawan.
Sikap yang terkesan tertutup ini semakin memperburuk citra proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan Kota Jambi. Dengan dana besar yang berasal dari pinjaman, Terminal Rawa Sari kini menyisakan berbagai pertanyaan yang belum terjawab dan kecurigaan akan adanya ketidaksesuaian antara hasil dan perencanaan awal. Sampai saat ini, publik masih menanti penjelasan yang lebih transparan mengenai nasib terminal yang diharapkan bisa menjadi fasilitas unggulan bagi masyarakat Jambi. (*)
rullynovriyandi
Berita Trending
-
METRO – Team Cobra Satnarkoba Polres Kota Metro Kembali Mengaman Dua Orang Pria di duga Penyalaguna Narkotika, Sabtu (22/05). Dalam pe...
-
METRO - Warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluhkan pelayanan Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo ya...
-
Kysanews.com | Simalungun - Esther Dewi Girsang, Wanita asal Saribudolok ini sukses kenalkan kopi hasil tanaman petani Simalungun di Kota B...
-
Lampung Barat - Unit reskrim Polsek Sekincau Polres Lampung Barat berhasil ungkap kasus tindak pidana Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81...

