Proyek Jembatan Tembesi Kabupaten Batanghari Menuai Sorotan Publik - KYSANEWS

Breaking

Definition List

Selamat datang di website KysaNews.Com

Sabtu, 03 Januari 2026

Proyek Jembatan Tembesi Kabupaten Batanghari Menuai Sorotan Publik

Batanghari - Proyek preservasi Jembatan Tembesi di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, menuai sorotan tajam dari publik. Jembatan yang menjadi bagian vital jalur lintas Sumatera tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah, padahal baru sekitar dua bulan dinyatakan rampung.


Proyek yang menelan anggaran negara sebesar Rp8.593.476.000 dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu kini menunjukkan kerusakan signifikan pada bagian perlintasan jembatan. Kondisi tersebut mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama kendaraan logistik antarprovinsi, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.


Sejumlah warga setempat mengaku heran dan kecewa melihat kondisi jembatan yang terbilang baru namun sudah rusak. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya.


“Ini jembatan baru selesai, tapi sudah hancur di bagian lintasan. Kami heran, apakah pengerjaannya memang seperti ini? Padahal dananya miliaran rupiah dari negara,” ujarnya.


Warga tersebut juga menilai kerusakan dini ini patut dicurigai dan perlu diaudit secara menyeluruh.


“Kalau baru dua bulan sudah rusak, bagaimana nanti ke depannya? Kami minta pemerintah jangan tutup mata, harus diperiksa kualitas dan pengawasannya,” tambahnya.


Proyek preservasi Jembatan Tembesi berada di bawah pengelolaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Cakra Batanghari dengan Nomor Kontrak HK.02.01/Bb4.5/PPK-1.5/505/2025, masa pelaksanaan 210 hari kalender (7 bulan), dan bersumber dari APBN 2025.


Kerusakan yang terjadi memunculkan dugaan adanya persoalan kualitas konstruksi, baik akibat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis maupun lemahnya pengawasan pelaksanaan proyek, terlebih di tengah tingginya volume kendaraan berat yang melintas di jalur strategis tersebut.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPJN Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan, hasil evaluasi teknis, maupun langkah perbaikan darurat yang akan dilakukan untuk memulihkan fungsi jembatan.


Masyarakat dan para pengguna jalan berharap pemerintah pusat melalui instansi terkait segera melakukan audit teknis dan keuangan secara transparan terhadap proyek bernilai miliaran rupiah ini, agar anggaran negara tidak terkesan terbuang sia-sia serta kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (Solihin)

Pages