Acara istimewa ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lahat, Ir. Sri Meliyana, beserta seluruh jajaran pengurus. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Niel Aldrin, S.E., M.AP., para kepala satuan pendidikan PAUD, tenaga pendidik, orang tua peserta, serta masyarakat luas yang memadati lokasi untuk menyaksikan kebanggaan budaya putra-putri daerah.
Dalam ajang yang penuh warna ini, para peserta tampil memesona dengan mengenakan beragam jenis pakaian adat khas Lahat dan Sumatera Selatan. Setiap helai busana yang dikenakan memancarkan kekayaan tradisi lokal, dihiasi dengan motif indah, warna-warna mencolok yang memiliki makna, serta nilai filosofi mendalam yang menjadi identitas dan warisan luhur masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar menampilkan keindahan busana, anak-anak juga memukau para hadirin dengan rasa percaya diri yang luar biasa saat berjalan di atas panggung dan memperagakan setiap detail pakaian adat yang mereka kenakan. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan menjadi sarana edukasi budaya yang sangat berharga, bertujuan menanamkan pengetahuan, kecintaan, dan rasa memiliki terhadap warisan leluhur sejak usia yang paling dini.
Penilaian dalam lomba ini dilakukan secara objektif dan komprehensif, meliputi kesesuaian busana dengan tradisi, kerapian penampilan, kepercayaan diri saat tampil, hingga pemahaman sederhana para peserta mengenai makna dan sejarah pakaian adat yang mereka kenakan. Meskipun berlangsung dalam suasana persaingan yang sehat, seluruh acara tetap dibalut dengan kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan yang menyentuh hati.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Niel Aldrin, S.E., M.AP., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermakna ini. Menurutnya, memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai budaya daerah kepada generasi muda adalah langkah paling penting dan strategis untuk menjaga kelestarian identitas budaya lokal di tengah arus zaman.
“Anak-anak inilah pewaris sejati budaya kita. Melihat mereka tampil dengan penuh kebanggaan mengenakan pakaian adat, menjadi harapan besar dan tanda baik bagi keberlangsungan serta kemajuan warisan budaya daerah kita ke depannya,” tegas Niel Aldrin.
Pewarta: Ferizal
