Festival ini resmi dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH, MH. Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer dan jual beli, melainkan langkah nyata untuk mendorong kemajuan para pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lahat, Limrah Naupan, ST, MT, dalam laporannya menyampaikan harapan besar melalui acara ini. “Sebanyak 187 peserta hadir mewakili seluruh kecamatan di Lahat. Melalui festival pasar kuliner dan UMKM ini, kami sangat berharap usaha-usaha lokal dapat terus berkembang, meningkatkan omset, hingga akhirnya bisa ‘naik kelas’ dan memiliki daya saing yang kuat,” ujarnya.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, juga menekankan keistimewaan penyelenggaraan tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini sepenuhnya memprioritaskan dan memfasilitasi para pelaku UMKM agar lebih leluasa memamerkan ciri khas daerah.
“Tahun ini fokus utamanya adalah memajukan pelaku UMKM Lahat. Kami sediakan fasilitas yang layak agar mereka bisa berjualan dan memperkenalkan segala kekhasan yang dimiliki daerah ini kepada masyarakat luas. Inilah wujud dukungan nyata pemerintah agar produk lokal makin dikenal dan dicintai,” jelas Widia saat meninjau langsung lapak-lapak peserta.
Selain mendorong kemajuan ekonomi, Widia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung. Ia meminta instansi terkait untuk senantiasa mengawasi jalannya kegiatan agar tetap tertib, bersih dari sampah, dan berjalan lancar baik di area depan maupun belakang lokasi.
Semaraknya antusiasme masyarakat pun terlihat jelas sejak hari pertama dibuka. Ribuan warga berdatangan untuk menikmati beragam sajian kuliner, mulai dari makanan tradisional legendaris hingga kreasi modern yang menggugah selera.
Festival ini pun diharapkan tak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga memperkuat jati diri dan identitas budaya Kabupaten Lahat melalui potensi besar yang dimiliki oleh sektor UMKM.
Pewarta: Feri zal

