Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Angraeni, mewakili Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, SE, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor perkebunan.
“Program ini merupakan peluang besar bagi anak-anak Kabupaten Lahat untuk memperoleh pendidikan tinggi secara gratis sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang perkebunan sawit,” ujar Vivi saat ditemui di ruang kerjanya.
Program Beasiswa SDM Sawit 2026 ini menerapkan skema pendanaan penuh atau fully funded. Penerima beasiswa tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah hingga lulus, tetapi juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang lengkap, mulai dari uang saku bulanan, bantuan buku, sertifikasi kompetensi, hingga program magang.
Selain itu, peserta juga difasilitasi biaya transportasi pulang-pergi dan biaya wisuda, sehingga dapat fokus sepenuhnya pada proses pendidikan tanpa terbebani persoalan finansial.
Program ini secara khusus menyasar kelompok yang memiliki keterkaitan dengan industri kelapa sawit, seperti anak pekebun, keluarga karyawan perkebunan, pengurus organisasi pekebun, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang perkebunan.
Adapun persyaratan utama bagi pendaftar adalah lulusan SMA/SMK atau sederajat dengan batas usia maksimal 23 tahun. Proses seleksi dilakukan secara nasional dengan total kuota lebih dari 4.000 peserta untuk tahun 2026.
Vivi menambahkan, khusus dari Kabupaten Lahat akan diusulkan sebanyak 50 calon mahasiswa yang berasal dari berbagai kecamatan. Sementara itu, pada periode 2023 hingga 2025 lalu, tercatat sudah 70 mahasiswa asal Lahat yang berhasil lolos dan mengikuti program ini.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Kuota yang tersedia sangat besar dan seluruh biaya ditanggung sepenuhnya. Setelah lulus nanti, peserta juga memiliki peluang kerja yang luas di berbagai perusahaan perkebunan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat guna meningkatkan taraf pendidikan sekaligus memperkuat daya saing daerah sebagai salah satu wilayah sentra perkebunan.(Perwarta Feri zal).
