Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, awak media menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan ternak bebek tersebut. Informasi dari narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa total bebek 250 ekor.
Namun dalam perjalanannya, ternak tersebut diduga tidak transparan kepada masyarakat baik tokoh adat tokoh agama melainkan yang pengurus adalah aparat pekon sendiri yaitu.
1.Ketua Bumdesa Turman menjabat sebagai oprator pekon juga nurman sebagai sekretaris bumdes ini seharusnya di kelola oleh masyarakat bukan aparat pekon.
Turman sebagai sekretaris bumdes mengaku tidak mengetahui berapa dana yang di salurkan untuk pembelian bebek bertelor dan untuk penanaman cabe dan jagung justru dengan lancang saya tidak tau pak katanya informasi yang kami tau di serahkan untuk pekon ujarnya singkat.Kondisi ini memicu reaksi masyarakat yang meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk menelusuri penggunaan anggaran serta pihak yang bertanggung jawab atas ketidak transparan dalam penyaluran dana bumdes
Ketua bumdes di datangi awak media di rumah kediamannya tidak berada di rumah masih mengantarkan anak sekolah ke krui selama Setengah hari awak media menunggu kedatangan beliau dari krui ketika di buntut mobilnya sudah pulang justru di duga menghindar tidak mau ketemu dengan awak media
hingga berita ini diterbitkan, ketua bumdes pekon bumi ratu belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon juga belum mendapat respons. Karena nomor wartawan Di blok gagal untuk meminta tanggapan. Awak media akan terus menelusuri informasi lebih lanjut guna memastikan kejelasan penggunaan anggaran Dana Desa dalam program BUMDes tersebut.
(M Sahiri)

