berdasarkan impormasi yang di himpunan awak media Kysanews,com di lapangan menunjukkan adanya bantuan tersebut diduga untuk memperkaya diri sendiri tanpa melibatkan pihak anggota kelompok tani sedangkan saudara inisial AD mendapatkan bantuan junder yang sekarang ini diduga masih dalam keadaan rusak tidak di rawat dengan baik.
Juga bantuan mesin untuk penanaman padi juga tidak transparan dan di duga ada pemalsuan data untuk meng kelabui pemerintah pada hal dalam aturannya untuk mensejahterakan anggota kelompok tani bukan milik ketua itu sendiri.
Hal ini terungkap oleh beberapa narasumber yang namanya minta di rahasiakan mengatakan dengan awak media tentang keluhannya sebagai anggota kelompok tani yang tidak pernah memakai alat bantuan tersebut seolah-olah milik pribadi ketua kelompok itu sendiri.
PPL bengkunat saat dikonfirmasi awak media beberapa hari yang lalu sebelum lebaran idul fitri ia mengatakan "kami cuman mengetahui aja kalau masalah transparan atau tidak kami kurang mengetahui." Ucap PPL kepada awak media
Di mohon dengan dinas pertanian Kabupaten Pesisir Barat segera panggil saudara AD untuk bisa mempertanggungjawabkan aset negara dan mengembalikan semua yang hilang seperti traktor yang tidak ada lagi di rumah kediamannya. (M Sahiri)
