Salah seorang pedagang pecel lele yang akrab disapa Pakde di kawasan Muara Bulian mengatakan, usaha kuliner miliknya kini jauh lebih ramai dibanding sebelumnya. Banyak sopir truk dan masyarakat yang singgah untuk makan pada malam hari.
“Alhamdulillah sekarang lebih ramai. Sopir-sopir batu bara banyak yang makan di sini saat istirahat malam. Omzet meningkat, kadang dagangan habis lebih cepat,” ujar Pakde saat ditemui, Kamis malam.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas kendaraan di jalur nasional turut membantu pedagang kecil mendapatkan pelanggan tambahan. Bahkan beberapa warung di sekitar lokasi juga ikut merasakan dampaknya.
Hal serupa disampaikan Rudi, pemilik bengkel mobil di wilayah Batang Hari. Ia mengaku usaha bengkelnya mengalami peningkatan pelanggan sejak tingginya aktivitas kendaraan angkutan yang melintas.
“Kalau dulu kadang sepi, sekarang kendaraan banyak masuk untuk servis ringan, ganti oli, perbaikan ban dan lain-lain. Bukan hanya mobil batu bara, kendaraan lain juga ramai karena aktivitas ekonomi meningkat,” kata Rudi.
Ia menilai ramainya aktivitas di jalan nasional membuat usaha kecil seperti bengkel, warung kopi hingga tambal ban ikut hidup. Menurutnya, selama aktivitas angkutan berjalan tertib, dampaknya cukup membantu ekonomi masyarakat.
Sementara itu, aktivis Batang Hari, Darwin Irianto, turut memberikan tanggapannya terkait aktivitas angkutan batu bara di Provinsi Jambi. Ia menilai keberadaan angkutan batu bara memang memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar jalur lintasan.
“Tidak bisa dipungkiri, perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak. Pedagang makan hidup, bengkel ramai, usaha kecil juga berkembang,” ujarnya.
Namun demikian, Darwin menegaskan aktivitas angkutan batu bara harus tetap mengikuti aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat umum.
“Kita mendukung aktivitas ekonomi, tapi sopir dan perusahaan harus patuh aturan. Jalan sesuai jam operasional dan menjaga ketertiban di jalan raya. Kalau semua tertib, tentu tidak akan mengganggu masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah dan pihak terkait terus melakukan pengawasan agar aktivitas angkutan tetap berjalan aman serta tidak menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan di ruas jalan nasional.
Masyarakat berharap keberadaan angkutan batu bara tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan semata, namun juga benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui tumbuhnya usaha-usaha kecil di Kabupaten Batang Hari. (Mrs)
