Saat awak media mengkonfirmasi ke peratin gck, oknum peratin tersebut diduga melontarkan bahasa tidak pantas yang ia keluarkan dari mulutnya, ia adalah sebagai pimpinan Desa dan seharusnya memberikam pelayanan terbaik agar Desa tersebut aman dan nyaman.
Diduga Oknum Peratin tersebut emosi bahkan melakukan perdebatan dihadapan awak media atas prilaku yang tidak pantas dan diduga memperkeruh suasana.
Diketahui semenjak terbitnya berita pertama sampai berita lanjutan ini masih belum ada tanggapan sama sekali dari oknum peratin atau respon terhadap awak media.
Awak media sudah cukup berapa mengkonfirmasi kepada oknum peratin agar untuk memberikam tanggapannya agar berita berimbang dengan porsinya.
Diduga Oknum Peratin tersebut seolah -olah tutup telinga dan alergi kepada wartawan dikarenakan awak media memberikan pelayanan terbaik sebagai sosial kontol untuk oknum oknum yang menyalahi aturan.
Harapan dari rekan pers di lapangan, agar Oknum Peratin tersebut bisa koperatif dalam memberikan statmentnya, agar masyarakat yang minat baca suka dan nyaman dalam melihat pemberitaan yang diterbitkan sangat berimbang. (M Sahiri/Muslimin)
