Hal ini terungkap oleh masyarakat yang tidak mampu dalam pembagian bantuan tersebut menuai pertanyaan publik merujuk pilih kasih dan melanggar aturan yang sudah di tentukan karena yang di salurkan oleh pemangku kepada istrinya dan keluarga dekat aparat pekon itu sendiri padahal masyarakat yang layak menerima tidak di kasih dengan alasan pemangku ini data dari pusat kilahnya padahal masyarakat tau data itu dari masing-masing pemangku baru di ajukan ke pemerintahan pusat aparat seperti ini sangat menyesatkan masyarakat lemah
Masyarakat menyebutkan oknum pemangku dapat bantuan beras dan minyak makan seharusnya ini tidak terjadi karena sebagai aparat tidak di perbolehkan mengambil bantuan tersebut
Berbagai alasan pemangku pekonmon inisial MB mengkelabui data supaya masyarakat yang tidak menerima agar diam karena data di buat oleh oknum pemangku setempat untuk mencari keuntungan dari bantuan pemerintah pusat ini sudah layak di peroses secara hukum sesuai dengan aturan yang ada
Pemangku pekonmon di kompermasi lewat helpon genggamnya menyebut yang tidak kebagaian bantuan berupa beras dan minyak makan itu tidak ada dalam data ujarnya.
Kami sebagai masyarakat lemah belum tersentuh bantuan maka kalau seperti ini masyarakat pekon akan membuat perhitungan tidak lagi akan membayar pajak bumi dan bangunan apabila aparat pekon tidak di proses hukum karena sudah jelas mengambil hak masyarakat yang layak menerima
Sekali lagi Di mohon kepada badan penegak hukum untuk segera turun kelapangan mengaudit baik bantuan dan dana desa yang di duga praktek curang kepada masyarakat yang lemah
Hingga berita ini di tayangkan awak media akan menggali pakta yang sebenarnya terjadi di desa pekonmon karena di duga banyaknya tidak tepat pada sasaran bahkan yang di data itu sudah di pilih oleh pemangku orang yang betul-betul keluarganya sendiri ini harus kita hentikan karena ulah oknum yang mencari kesempatan kepada masyarakat lemah yang tidak berdaya apabila terbukti segera seret ke geruji besi untuk mempertanggungjawabkan atas hak-hak masyarakat bukan bantuan tersebut untuk aparat pekon kalau gaji masih kurang tolong berhenti saja masih banyak orang yang jujur di desa pekonmon (M Sahiri)
